Minggu, 03 April 2011

Verb Agreement

Verb Agreement

1. Neither Bill nor Marry (is) going to the play tonight.
2. Anything (is) better than going to another movie tonight.
3. Skating (are) becoming more popular every day.
4. A number of reporters (was) at the conference yesterday.
5. Everybody who (has) a fever must go home immediately.
6. Your glasses (was/were) on the bureau last night.
7. There (were) some poeple at the meeting last night.
8. The committe (has) already reached a decision.
9. A pair of jeans (were) in the washing machine in this morning.
10. Each student (has) answered the first three question.
11. Either John or his wife (makes) breakfast each morning.
12. After she had perused the material, the secretary decided that everything (was) in order.
13. The crowd at the basketball game (was) wild with excitement.
14. A pack of wild dogs (have) frightened all the ducks away.
15. The jury (is) trying to reach a decision.
16. The army (has) eliminated this section of the training tet.
17. The number of students who have withdrawn from class this quarter (are) appaling.
18. There (have) been too many interruptions in this class.
19. Every elementary school teacher (has) to take this examination.
20. Neither Jill nor her parents (have) seen this movie before.

Verb to Complement

Verb to Complement

1. The teacher decided (to accept) the paper.

2. They appreciate (having) this information.

3. His father doesn’t approve of his (going) to Europe.

4. We found it very difficult (to reach) a decision.

5. Donna is interrested in (opening) a bar.

6. George has intention of (leaving) the city now.

7. We are cager (to return) to school in the fall.

8. You would be better off (buying) the car.

9. She refused (to accept) the gift.

10. Mary regrets (being) teh one to have to tell him.

11. George pretended (to be) sick yesterday.

12. Carles hopes (to finish) his thesis this year.

13. They agreed (to leave) early.

14. Helen was Anxious (to tell) her family about her promotion.

15. We are not ready (to stop) this reearch at this time.

16. Henry shouldn’t risk (driving) so fast.

17. We demands (to know) what is going on.

18. She is looking forwaard to (returning) to her country.

19. There is no excuse for (leaving) the room in this condition.

20. Gerald returned to his home after (leaving) the game.

Jumat, 18 Februari 2011

USING IRREGULAR VERB

1. Mr Harris has thaught Eglish at this school for five years

2. I have writen three or four letter to that company

3. The students in this class have done those two lessons already

4. I have known Professor Moore for more than twelve years

5. Richard has taken three courses in English at this school

6. These steps are dangerous. I have fallen on them several times

7. Mr Kramer has been in the United States for three years

8. The Janitor has shut the back door

9. The students have red all of the stories in that book.

10. Majrorie has choosen a pretty dress for the party

11. I have spoken to my boss about the problem several times

12. That tree have growen at least five feet since last year

13. Miss King has spent over eighteen hundred dollars since May

14. Mr. and Mrs Smith have bought a new house in North Plains

15. The real estate agent have selt the Smith old house

16. Charles has had a bad cold for a whole week

17. I am sorry, I have forgotten the name of that book

18. We hear that new song several time

19. Mr Wilson isnt here. He has gone out of town for the weekend

20. Mr Kennedy has wear his blue sit to the office only twice

21. I have sit in this same seat since the first day of classe

22. The money isnt in drawer. Someone have steal it

23. Up to now, I have understood every lesson in that book

24. We have had absolutly no trouble with our car so far

25. No one find that girls purse and gloves yet

26. The weather have been very warm ever since last Thrusday

27. Mr Anderson and Mr Brown have had lunch already

28. I have seen the empire state buliding hundreds times

29. We have spoken to the director and given him the message

30. Grandmother never fly in the airplane before

31. You tear your shirt ! There’s a hole in the left sleeve

32. I have read the costumer letter and writen a reply to him

Invinitive a Past Tense a Past Participle = Makna

1. Creep a crept a crept : merangkak
2. Catch a caught a caught : menangkap
3. Chide a chid a chidden : memarahi
4. Choose a chose a chosen : memilih
5. Buy a bought a bought : membeli
6. Burst a burst a burst : meledak
7. Build a built a built : membangun
8. Bring a bought a bought : membawa
9. Break a broke a broken : merusak
10. Blow a blew a blown : meniup
11. Blend a blent a blent : mencampur
12. Bite a bit a bitten : menggigit
13. Begird a begirt a begirt : menyabuki
14. Deal a dealt a dealt : berkaitan
15. Dig a dug a dug : menggali
16. Do a did a done : melakukan
17. Draw a drew a drawn : menggambar
18. Drink a drank a drunk : minum
19. Drive a drove a driven : mengemudi
20. Fall a fell a fallen : jatuh
21. Fight a fought a fought : memerangi
22. Fell a felt a felt : merasa
23. Find a found a found : menemukan
24. Flee a fled a fled : melarikan diri
25. Fling a flung a flung : melempar
26. Fly a flew a flown : terbang
27. Freeze a froze a frozen : membeku
28. Forsake a forsook a forsaken : melalaikan
29. Forgive a forgave a forgiven : memaafkan
30. Forbear a forbore a forborne : menjauhkan
31. Get a got a got : mendapat
32. Gild a gilt a gilt : menyepuh
33. Gird a girt a girt : mengikat
34. Give a gave a given : memberi
35. Grind a ground a ground : mengasah
36. Grow a grew a grown : tumbuh
37. Hear a heard a heard : mendengar
38. Hide a hid a hidden : menyembunyikan
39. Inlay a inlaid a inlaid : menatah
40. Keep a kept a kept : menjaga
41. Know a knew a known : mengetahui
42. Lay a laid a laid : menaruh
43. Lead a led a led : memimpin
44. Leave a left a left : meninggalkan
45. Lend a lent a lent : meminjamkan
46. Lie a lay a lain : berbaring
47. Make a made a made : membuat
48. Mean a meant meant : berarti
49. Meet a met a met : bertemu
50. Ring a rang a rung : berdering

Kamis, 17 Februari 2011

bahasa inggris bisnis

In the Office and On your Desk

In the Office

1. Uang : money
2. Penghapus : Eraser
3. Cd : Compact Disc
4. Double tip : Double tip
5. korek api : Cigarette lighter
6. Rokok : Cigarette
7. Lakban : Cellophane tape
8. Spidol : Felt-tip maker
9. Staples : Staples
10. Stabillo : Stabillo
11. Handphone : Cellphone, mobile
12. Charger : Mobile
13. Meja : table
14. Kursi : Chair
15. Lemari : cupboard
16. Pulpen : pen
17. Kotak pulpen : penbox
18. Tong sampah : blanket
19. Pensil : pencil
20. Penserut : shavings
21. Kalkulator : calculator
22. Buku tulis : Writebook
23. Peta : Map
24. Binder : File
25. Obat : Medicine
26. Lem : Glue
27. Kamus : Dictionary
28. Buku catatan : Notebook
29. Komputer : Computer
30. Printer : Printer
31. Mouse : Mouse
32. PC : Personal Computer
33. Monitor : Monitor
34. Faks : Fax machine
35. Jam : Hour, o’clock
36. Jam tangan :handclock
37. Kalender : calendar
38. Saklar listrik : electric switch
39. Kabel : cable
40. Salon : Sound speaker
41. Jaringan lan : LAN Network
42. Modem : Modem
43. Gunting : scissors
44. Kertas : Paper
45. Koran : Newspaper
46. Majalah : Magazine
47. Kuter : Cutter
48. Plastik : Plastik
49. Sampah : Trash
50. Flashdisk : Flashdisk


On Your desk


1. Gunting : Scissor

2. Gunting kuku : Nail Scissor
3. Spidol : Felt-tip maker
4. Kartu remi : Playing card
5. Uang : Money
6. Stabilo : Stabillo
7. Korek : Cigarette Lighter
8. Rokok : Cigarette
9. Jam tangan : Handclock
10. Lilin : Candle
11. Kartu nama : Name Card
12. Cd : Compact disc
13. Antena : Antenna
14. Tv tunner : Tunner Television
15. Makalah : Working Paper
16. Flashdisk : Flashdisk
17. Charger : Charger
18. Kabel : Cable
19. Selotip : Sellotape
20. Lem : Glue
21. Obat batuk : Cough medicine
22. Handphone : Cellphone
23. Pulpen : Pen
24. Buku : Book
25. Modem : Modem
26. Komputer : Komputer
27. Kamus : Dictionary
28. Brosur : Brosure
29. Majalah : Magazine
30. Koran : Newspaper



Rabu, 03 November 2010

ETIKA BISNIS

MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN ETIKA BISNIS DALAM PERUSAHAAN

LATAR BELAKANG

Mungkin pada saat ini banyak orang yang belum mengetahui apa itu etika dalam berbisnis, biasanya banyak orang-orang yang beranggapan bahwa jika kita berbisnis tidak ada sangkut pautnya dengan etika. Namun pada kenyataanya etika itu sendiri masih diperlukan dalam setiap perusahaan. Dimana setiap perusahaan mempunyai rencana-rencana yang terstruktur dan jelas dalam pengelolaanya disamping itu etika ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri upaya melakukan revitalisasi penerapan etika bisnis dalam perusahaan makin berkembang. Hal ini terutama didesak oleh kepentingan para pemegang saham agar Direksi lebih mendasarkan pengelolaan perusahaan pada etika bisnis, karena pemegang saham tidak ingin kehancuran yang terjadi pada perusahaan mereka. Mungkin dengan cara seperti ini perusahaan dapat berkembang dengan baik dan pesat. Walaupun etika bisnis di dalam perusahaan biasanya sudah mendasar bagi setiap perusahaan namun tidak ada salahnya jika kita mengkaji kembali tentang etika bisnis dalam perusahaan ini.

MASALAH

Dalam Membangun dan mengembangkan etika bisnis perusahaan, biasanya banyak perusahaan yang masih kurang memperhatikan etika itu sendiri, sangat disayangkan memang jika perusahaan-perusahaan yang ada sekarang ini melakukan hal seperti itu. Mengapa etika dalam setiap perusahaan biasanya di kesampingkan? Menurut sumber yang kami dapat bahwa untuk mencapai keuntungan yang berlipat ganda biasanya perusahaan lebih mengedepankan kepentingan-kepentingan tertentu, sehingga menggeser prioritas perusahaan dalam membangun kepedulian masyarakat. Kecenderungan itu memunculkan manipulasi dan penyelewengan untuk lebih mengarah pada tercapainya kepentingan perusahaan. Mungkin ada benarnya pernyataan di atas selanjutnya bagaimana kita menerapkan etika itu tampaknya masalah penerapan etika perusahaan yang lebih intensif masih belum dilakukan dan digerakan secara nyata. Saat ini hanya tahap pernyataan-pernyaaatn atau sekedar berita fiktif belaka. Karena memang enforcement dari pemerintah pun belum tampak secara jelas.

HIPOTESIS DAN ASUMSI

Dalam penulisan ini, hipotesis yang dimaksud adalah etika-etika yang harus di terapkan oleh setiap perusahaan agar tidak menyampingkan etika dalam berbisnis.

Asumsi yang akan timbul adalah dampak apa saja yang akan terjadi apabila etika dalam berbisnis di setiap perusahaan tidak di terapkan dengan baik.

LANDASAN TEORI

Tahap awal etika bisnis yakni mengkodifikasi-kan nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis bersama-sama corporate-culture atau budaya perusahaan, kedalam suatu bentuk pernyataan tertulis dari

perusahaan untuk dilakukan dan tidak dilakukan oleh manajemen dankaryawan dalam melakukan kegiatan bisnis. Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-carauntuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yangberkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil(fairness), sesuai dengan hukum yang berlaku (legal) tidak tergantungpada kedudukani individu ataupun perusahaan di masyarakat. Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkanmerupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

( ldquo;grey-area” )

Menurut Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988) yang berjudul Managerial Ethics Hard Decisions on Soft Criteria, membedakan antara ethics, morality dan law

sebagai berikut :

- • Ethics is defined as the consensually accepted standards of behavior for an occupation, trade and profession

- • Morality is the precepts of personal behavior based on religious or philosophical grounds

- • Law refers to formal codes that permit or forbid certain behaviors and may or may not enforce ethics or morality.

http://kolom.pacific.net.id/ind - *** Kolom Pakar PInter*** Powered by Pacific Link Generated: 2 November, 2010, 22:39

Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika kita :

- Utilitarian Approach :

setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensi nya. Oleh karena itu dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.

- Individual Rights Approach :

setiap orang dalam tindakan dan kelakuan nya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakanataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.

- Justice Approach :

para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok

PENUTUP

Setelah memperhatikan dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam setiap melakukan kegiatan kita harus memiliki etika dalam bertingkahlaku atau yang biasa disebut etika moral. Sedangkan menurut pembahasan di atas tentang etika bisnis dalam perusahaan dapat di katakana bahwa masih banyak perusahaan yang jauh lebih mementingkan kepentingan-kepentingan tertentu sehingga tidak terlalu memikirkan masyarakat umum. Sebaiknya perusahan-perusahaan yang ada sekarang ini di harapkan bisa memikirkan masyarakat umum yang membutuhkan bantuaan atau manfaat dari perusahaan tersebut.


Blogspot Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Home Designs Pictures